Menuju Lokasi

Transportasi Darat

Provinsi Gorontalo memiliki sarana transportasi baik darat, laut, maupun udara. Transportasi darat melayani penumpang dan angkutan barang, baik dalam provinsi maupun antarprovinsi. Gorontalo memiliki dua terminal yang melayani penumpang dan angkutan barang antarprovinsi, yaitu Terminal 1942 di Kota Gorontalo dan Terminal Isimu, Kabupaten Gorontalo, yang dapat menghubungkan Gorontalo dengan hampir seluruh kota utama di Pulau Sulawesi, yakni dari Gorontalo menuju ke Manado, Bitung, Kotamobagu, Palu, Poso, Parepare,dan Makassar, dengan menggunakan bus besar dan bus DAMRI. Untuk penumpang jarak dekat atau dalam kota dan sekitarnya, ada banyak jenis alat transportasi yang dapat digunakan, antara lain, mikrolet, bendi, bentor (bendi motor), becak, dan ojek.

 

Transportasi Laut

Untuk transpotasi laut, Provinsi Gorontalo memiliki dua pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Gorontalo dan Pelabuhan Anggrek Kwandang, Kabupaten Gorontalo.

KM Umsini, secara regular menyinggahi Pelabuhan Anggrek, Kwandang, Kabupaten Gorontalo (dua minggu sekali (Kamis, Jumat) Secara regular kapal penumpang yang menyinggahi Pelabuhan Anggrek, Kwandang, adalah KM Umsini dan KM Kambuna.

Sedangkan Pelabuhan Gorontalo secara periodik disinggahi kapal penumpang KM Tilongkabila yang menggantikan KM Awu.

KM Umsini memiliki panjang seluruh 144,00 m, lebar 23,40 m, draft 5,90 m, DWT (deadweight tonnage; bobot mati) 3434 ton, GRT (gross registred tonnage) 13.860,37 ton, dan NRT 8413,76 ton, dengan kapasitas penumpang, Kelas 1: 40 orang, Kelas 2: 88 orang, Kelas 3: 68 orang, Kelas 4: 656 orang, dan Kelas Ekonomi: 785 orang. KM Umsini dibuat pada tahun 1985, dan mulai dioperasikan 14 Maret 1985. KM Kambuna menyinggahi Pelabuhan Anggrek,Kwandang,Kabupaten Gorontalo

KM Kambuna memiliki ukuran utama panjang seluruh 144,00 m, lebar 23,00 m, draft 5,90 m, DWT 3400 ton, GRT 3947,80 ton, dan NRT 8583,82 ton, dengan kapasitas penumpang Kelas 1: 100 orang, Kelas 2: 200 orang, Kelas 3: 300 orang, Kelas 4: 472 orang, dan Kelas Ekonomi: 500 orang KM Kambuna dibuat pada tahun 1984 dan mulai dioperasikan 25 Maret 1984. KM Tilongkabila, menyinggahi Pelabuhan Gorontalo secara regular dua minggu sekaliSedangkan

KM Tilongkabila memiliki ukuran utama panjang seluruh 99,80m, lebar 18,00 m, DWT 1400 ton, NRT 1812 ton, dan BRT : 6400 ton, dengan kapasitas penumpang Kelas 1: 14 orang,Kelas 2: 40 orang, dan Kelas Ekonomi: 916 orang. KM Tilongkabila dibuat pada tahun 1987/1988, dan mulai dioperasikan 5 November 1988.Selain itu, ada dua kapal penyeberangan (feri) yang beroperasi setiap hari dari Pelabuhan Gorontalo menuju Pelabuhan Pagimana, Sulawesi Tengah, yang melayani angkutan barang dan penumpang.

Pembelian tiket dapat dilayani di PT Pelni Cabang Gorontalo, dengan alamat Jalan 23 Januari no.31, Gorontalo,telefon (62)-0435-821089, faksimile (62)-0435-821145.

Dim lights Embed Embed this video on your site

Transportasi Udara

Untuk transportasi udara Provinsi Gorontalo memiliki satu bandara, yakni Bandar Udara Djalaluddin, terletak di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, kira-kira 35 km dari Kota Gorontalo.Bandara ini memiliki landasan pacu dengan panjang 1.850 m dan lebar 30 m, dan hanya dapat didarati pesawat berbadan kecil jenis Cassa dan F-27. Pada pertengahan 2002 Bandara Djalaluddin akan mengalami peningkatan dan penambahan panjang landasan pacu kira-kira 200 meter serta fasilitas lain berupa pembangunan bandara khusus kargo.

Pembangunan bandara khusus kargo ini dimaksudkan untuk mendukung ekspor langsung dari Provinsi Gorontalo ke mancanegara, yakni Filipina, Taiwan, dan Jepang. Jarak tempuh dari Gorontalo ke Filipina sekitar 1 jam, Taiwan 3 jam, dan ke Jepang 4 jam.Hingga pada tahun 2002 Bandara Djalaluddin secara periodik dilayani oleh PT Bouroraq Airlines dengan jenis pesawat HS-748/B737 yang efektif sejak tanggal 15 Mei 2001, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), serta PT Garuda Indonesia yang melayani jalur penerbangan Gorontalo – Jakarta setiap Rabu dan Jumat, aktif sejak Jumat, 7 Juni 2002. 

Sementara itu,Pelita Air Service (PAS) mulai 15 Juni 2002 telah membuka rute penerbangan langsung Jakarta-Palu-Gorontalo (p.p.) dengan jadwal penerbangan empat kali sepekan (Selasa, Kamis, Sabtu, dan Ahad), dengan menggunakan Fokker-28, Fokker- 4000, dan Fokker-100.General Sales Agent PAS Gorontalo, Hamid Kuna Thalib mengemukakan, Gorontalo adalah rute PAS ketujuh di Kawasan Indonesia (KTI) dan jika potensi arus penumpang membaik, rute Jakarta-Palu-Gorontalo ini akan disambung sampai ke Manado dan Surabaya. 

Hamid menambahkan, pembukaan rute Jakarta-Palu-Gorontalo ini adalah terobosan baru PAS, guna "memotong" rute-rute yang sudah ada sebelumnya, sekaligus memenuhi permintaan masyarakat yang selama ini merasa kesulitan karena harus ke Manado lebih dulu untuk pergi ke Jakarta. Erman Djafar menjelaskan, dengan beroperasinya penerbangan nasional ke Gorontalo mendapatkan dukungan positif dari masyarakat Gorontalo di daerah itu maupun yang ada di luar daerah, karena Gorontalo akan lebih terbuka.Sebelumnya Gorontalo hanya dilayani penerbangan Bouraq dengan jadwal dua kali sepekan dari Manado-Gorontalo-Palu dan Jakarta, dan sempat diterbangi penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) dari Manado kemudian dihentikan karena terus merugi.

 

(info:www.gorontalo-info.20megsfree.com)

You are here: Menuju Lokasi